Memaparkan catatan dengan label Motivasi. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Motivasi. Papar semua catatan

Jumaat, 19 Jun 2015

Bagaimana mengetahui bahwa seseorang sedang berbohong?

Tidak perlu menjadi seorang ahli psikologi untuk mempelajari dan mengetahui bahwa seseorang itu sedang bercakap bohong atau tidak. Seorang psikologi yang sudah mahir dapat mengetahui seseorang itu sedang berbohong atau tidak, seperti psikologi yang mewawancara Putri Diana saat itu. Dia menyatakan bahwa Putri Diana berkata jujur ketika diwawancarai perihal perselingkuhan suaminya, Putra Charles.


Anda pun boleh menganalisa seperti itu dengan latihan yang terus menerus tentu. Ahli Psikologi pun berlatih setiap hari sehingga mereka mahir.
Ada 1 juta bahasa tubuh (Body Language) yang berbeza, di sini ada beberapa bahasa tubuh yang umum  menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong atau tidak :
1. Posisi tubuh dapat menjadi bukti yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong, karana disedari ataupun tidak disedari ada hubungan yang kuat antara pikiran dan ekspresi.
2. Nafas yang tiba-tiba. Dalam setiap kebohongan, detak jantung akan meningkat dan nafas akan menjadi cepat/pantas. Biasanya pembohong akan mengambil nafas dalam-dalam untuk menenangkan perasaannya. Cara ini juga yang diterapkan oleh mesin pengesan kebohongan, yaitu dengan mengukur rentak jantung orang yang sedang ditemuramah/diwawancara.
3. Kegelisahan di bahagian tertentu pada tubuh. Hal ini dapat dilihat dengan berbagai cara, bergantung dengan orangnya. Gerakan yang gugup akan menarik perhatian kita terutama dapat kita rasakan ketika kita berbicara dengan seseorang yang kita kenal dan orang tersebut melakukan gerakan yang tidak seperti biasanya. Berikut adalah contoh kegelisahan di bagian-bagian tubuh :
– Gerakan tubuh yang maju-undur, apakah dalam posisi duduk maupun berdiri.
– Posisi yang tiba-tiba berubah. Sebagai contoh, lawan bicara kita sedang menyilangkan salah satu kakinya diatas kaki yang lain, dan ketika mulai menjawab pertanyaan kita, dia merubah posisi kakinya. Orang yang berbohong, sekalipun dia seorang profesional, akan merasakan ketidaknyamanan ketika dia berbohong. Tubuh akan selalu menyesuaikan perasaan kita tanpa kita sadari, jadi posisi yang tiba-tiba berubah ini adalah sinyal yang baik yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong.
– Gerakan-gerakan yang tidak disadari dari tangan dan kaki. Sebagai contoh: menggoyangkan kaki, menggoyangkan tangan diatas meja, kedua tangan direkatkan kuat-kuat, kedua paha saling menekan bersama-sama. Jika lawan bicara kita sedang dalam posisi duduk dan kemudian ia merubah arah telapak kaki ke arah yang lain, itu juga merupakan tanda bahwa orang tersebut sedang berbohong.
– Senyuman yang palsu. Senyuman identik dengan keakraban dan kepercayaan, dan para pembohong seringkali menyalahgunakannya. Jadi bagaimana membedakan senyuman pembohong? Para pembohong biasanya akan tersenyum cukup sering dan tiba-tiba, yang sebetulnya dia tidak tahu dimana tempatnya dia harus tersenyum.
– Terlalu banyak aksi-aksi ’sok akrab’, seperti : menepuk punggung anda, menyentuh anda ataupun mendekatkan posisinya pada anda. Lawan bicara anda akan merasa kekok ketika berbohong sehingga mereka akan menyembunyikan kekekokkannya dengan melakukan tindakan-tindakan tersebut. Akan sangat sulit memutuskan bahwa seseorang sedang berbohong jika dia melakukan tindakan-tindakan yang bersahabat seperti itu. Ini adalah respon manusia yang semulajadi. Tetapi tetap perlu diingat, bahwa jika anda merasa bahwa keakraban dari lawan bicara anda sudah berlebihan, berhati-hatilah.
Dah habis baca ? aku Copy /Paste jak tu dan edit sikit dari bahasa Indon. hehe..